Thursday, November 4, 2010

Different Types of Attacking (jenis-jenis serangan) and Defending (bertahan)


Jenis-jenis Serangan

Scanning.

"Scanning" adalah metode bagaimana caranya mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya dari
IP/Network korban. Biasanya "scanning" dijalankan secara otomatis mengingat "scanning" pada
"multiple-host" sangat menyita waktu. "Hackers" biasanya mengumpulkan informasi dari hasil
"scanning" ini. Dengan mengumpulkan informasi yang dibutuhkan maka "hackers" dapat menyiapkan
serangan yang akan dilancarkannya.
Nmap merupakan sebuah network scanner yang banyak digunakan oleh para professional di
bidang network security, walaupun ada tool yang khusus dibuat untuk tujuan hacking, tapi belum
dapat mengalahkan kepopuleran nmap.
Nessus juga merupakan network scanner tapi juga akan melaporkan apabila terdapat celah
keamanan pada target yang diperiksanya. Hacker biasanya menggunakan Nessus untuk pengumpulan
informasi sebelum benar-benar meluncurkan serangan.
Untungnya beberapa scanner meninggalkan "jejak" yang unik yang memungkinkan para System
administrator untuk mengetahui bahwa system mereka telah di-scanning sehingga mereka bisa segera
membaca artikel terbaru yang berhubungan dengan informasi log.

Password cracking.
"Brute-force" adalah sebuah tehnik dimana akan dicobakan semua kemungkinan kata kunci
(password) untuk bisa ditebak untuk bisa mengakses kedalam sebuah system. Membongkar kata kunci
dengan tehnik ini sangat lambat tapi efisien, semua kata kunci dapat ditebak asalkan waktu tersedia.
Untuk membalikkan "hash" pada kata kunci merupakan suatu yang hal yang mustahil, tapi ada
beberapa cara untuk membongkar kata kunci tersebut walaupun tingkat keberhasilannya tergantung
dari kuat lemahnya pemilihan kata kunci oleh pengguna. Bila seseorang dapat mengambil data "hash"
yang menyimpan kata kunci maka cara yang lumayan efisien untuk dipakai adalah dengan
menggunakan metode "dictionary attack" yang dapat dilakukan oleh utility John The Ripper [27].
Masih terdapat beberapa cara lainnya seperti "hash look-up table" tapi sangat menyita
"resources" dan waktu.

Rootkit.
"Rootkit" adalah alat untuk menghilangkan jejak apabila telah dilakukan penyusupan. Rootkit
biasanya mengikutkan beberapa tool yang dipakai oleh system dengan sudah dimodifikasi sehingga
dapat menutupi jejak. Sebagai contoh, memodifikasi "PS" di linux atau unix sehingga tidak dapat
melihat background process yang berjalan.

Bertahan

Firewall
Komputer dan jaringan kerja yang terhubung dengan internet perlu untuk dilindungi dari
serangan. Firewall adalah cara yang lumayan efeltif untuk melakukannya. Secara umum firewall akan
memisahkan public network dan private network.
Tipe firewall dapat dibagi menjadi beberapa kategori, contohnya: Packet Filtering Firewall, "Proxy
Firewall".

Logs
Seorang system administrator wajib untuk melihat log dari system dari waktu ke waktu. Dengan
melihat log maka system administrator dapat melihat aktifitas yang terjadi dan kemungkinan besar
dapat melakukan antisipasi apabila terlihat beberapa aktifitas yang mencurigakan terjadi.

IDS. (Intrusion Detection System)
Satu cara umum melakukan otomatisasi pada pengawasan penyusupan adalah dengan
menggunakan IDS. IDS akan mendeteksi jenis serangan dari "signature" atau "pattern" pada aktifitas
jaringan. Bahkan dapat melakukan blokade terhadap traffic yang mencurigakan.

Honeypot
"HoneyPot" adalah server "umpan" yang merupakan pengalih perhatian. Tujuan dari honeypot
adalah mereka tidak menjalankan layanan sebagaimana umumnya server tetapi berpura-pura
menjalankannya sehingga membiarkan para penyusup untuk berpikir bahwa mereka benar-benar
adalah "server" yang sesungguhnya. Honeypot juga bermanfaat untuk melihat tehnik yang digunakan
oleh para penyusup untuk dapat masuk kedalam system juga sebagai alat untuk mengumpulkan bukti
sehingga para penyusup dapat diproses secara hukum.

Configuration
Seperti yang telah dibahas sebelumnya, konfigurasi yang hati-hati akan membantu anda untuk
bertahan terhadap kemungkinan serangan yang terjadi. Kebanyakan dari kasus penggantian halaman
muka situs (web defacement) terjadi dikarenakan kesalahan konfigurasi sehingga menyebabkan pihak
ketiga dapat mengambil keuntungan dari kesalahan ini.

0 komentar:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More