Thursday, October 28, 2010

Keamanan Jaringan

       Apabila bicara masalah keamanan sebuah jaringan, amat sangat rentan terhadap serangan dari berbagai pihak. Alasan dari serangan tersebut tentu saja beragam. Diantaranya yaitu alasan untuk merusak, balas dendam, politik, atau Cuma iseng – iseng saja untuk unjuk gigi. 


       Satatus subkultural dalam dunia hacker, adalah sebuah unjuk gigi atau lebih tepat kita sebut sebagai pencarian jati diri. Adalah sebuah aktifitas umum dikalangan hacker-hacker muda untuk menjukkan kemampuannya dan Denial of Service merupakan aktifitas hacker diawal karirnya. Alasan politik dan ekonomi untuk saat sekarang juga merupakan alasan yang paling relevan. Kita bisa melihat dalam 'perang cyber' (cyber war), serangan DoS bahkan dilakukan secara terdistribusi atau lebih dikenal dengan istilah 'distribute Denial of Service'. Beberapa kasus serangan virus semacam 'code-red' melakukan serangan DoS bahkan secara otomatis dengan memanfaatkan komputer yang terinfeksi, komputer ini disebut 'zombie' dalam jargon.Lebih relevan lagi, keisengan merupakan motif yang paling sering dijumpai. Bukanlah hal sulit untuk mendapatkan program-program DoS, seperti nestea, teardrop, land, boink, jolt dan vadim. Program-program DoS dapat melakukan serangan Denial of  Service dengan sangat tepat, dan yang terpenting sangat mudah untuk melakukannya.
      Sebelum pembahasan lebih lanjut, ada baiknya kita terlebih dahulu mengetahui apa itu serangan Denial of Service(DoS). Denial of Service atau yang mungkin lebih sering kita dengar dengan nama DoS merupakan suatu aktifitas yang menghambat laju kerja dari sebuah layanan atau malah mematikannya sehingga yang dapat menyebabkan pengguna yang asli/sah/memiliki hak akses tidak dapat menggunakan layanan. Dimana pada akhirnya, serangan ini mengakibatkan terhambatnya aktifitas yang akan dilakukan oleh korban yang akibatnya boleh dibilang sangat fatal.
          DoS merupakan serangan yang cukup menakutkan di dunia internet karena akibat dari serangan ini server akan mati dan tidak dapat beroperasi lagi sehingga otomatis tidak dapat meberikan pelayanan lagi. DoS memiliki beberapa jenis serangan, diantaranya adalah
  1. Ping of Death
  2. Teardrop
  3. SYN Attack
  4. Land Attack
  5. Smurf Attack 
  6. UDP Flood

Selain itu, agar komputer atau mesin yang diserang lumpuh total karena kehabisan resource dan pada akhirnya komputer akan menjadi hang, maka dibutuhkan resource yang cukup besar untuk seorang penyerang dalam melakukan aksi penyerangannya terhadapa sasaran. Berikut ini merupakan beberapa resource yang dihabiskan :
  1. SwapSpace.Swap spase biasanya digunakan untuk mem-forked child proses.
  2. Bandwidth.Dalam serangan DoS, bukan hal yang aneh bila bandwith yang dipakai oleh korban akan dimakan habis.
  3. Kernel Tables.Serangan pada kernel tables, bisa berakibat sangat buruk pada sistem. Alokasi memori kepada kernel juga merupakan target serangan yang sensitif. Kernel memiliki kernelmap limit, jika sistem mencapai posisi ini, maka sistem tidak bisa lagi mengalokasikan memory untuk kernel dan sistem harus di re-boot.
  4. RAM. Serangan Denial of Service banyak menghabiskan RAM sehingga sistem mau-tidak mau harus di re-boot.
  5. Disk. Serangan klasik banyak dilakukan dengan memenuhi Disk.
data diatas merupakan beberapa bagian dari resource yang dihabiskan oleh serangan DoS.
Ada beberapa hal yang harus di perhatikan sebelum melakukan penyerangan DoS:
  • Serangan membutuhkan Shell Linux (Unix/Comp)
  • Mendapatkan exploits di: http://packetstormsecurity.nl (gunakan fungsi search agar lebih mudah)
  • Menggunakan/membutuhkan GCC (Gnu C Compiler)
Mungkin itu sedikit yang bisa saya bagikan, kurang lebihnya saya mohon maaf. sampai jumpa dilain kesempatan.

Credits : www.google.co,id




1 komentar:

ge12y said...

Masih coba2.. Mohon dimaklumi...

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More